Tampilkan postingan dengan label dokter hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dokter hewan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Maret 2011

PROFESIONALISME DALAM LAYANAN VETERINER

Kepemilikan hewan oleh manusia didasarkan pada beberapa hal:

Karena memiliki nilai ekonomi/ profit (hewan pangan/hewan produksi)
Karena nilai psikologis dan empati bagi pemilik perorangan (hewan hobby/ hewan kesayangan/companion animal)
Karena mempunyai fungsi pendukung khusus bagi negara (pengamanan dan penertiban) misalnya anjing pelacak dan kuda penertib dikeramaian (hewan pekerja milik negara).
Karena memiliki status khusus berdasarkan kesepakatan internasional sehingga merupakan satwa dilindungi (hewan/satwa konservasi)
Karena diperlukan untuk kemajuan penelitian ilmu kedokteran /pengetahuan lainnya (hewan laboratorium ).

Layanan Keahlian Profesi Veteriner berkembang dari kepentingan manusia sehingga keahlian dokter hewan berdasarkan spesies hewan dan keilmuan
Menangani hewan pangan/farm animal
Menangani hewan hobby/kesayangan/kepentingan khusus
Menangani hewan liar/satwa liar termasuk untuk konservasi.
Menangani hewan aquatik/air untuk pangan dan konservasi
Menangani hewan laboratorium untuk ilmu kedokteran manusia dan ilmu pengetahuan lainnya.
Keahlian Keilmuan

Dalam bidang praktisi terbagi atas praktisi hewan ternak dan praktisi spesies individu antara lain :
Ahli Bedah, Ahli Mata, Ahli Reproduksi, Ahli Penyakit Dalam, Ahli Dermatologi, Ahli Pathologi Klinik, Ahli Nutrisi Klinik, Ahli Akupunktur Veteriner, .

Dalam bidang non praktisi antara lain :
Ahli Epidemiologi, Ahli Kesehatan Masyarakat Veteriner, Ahli Kesehatan Daging, Ahli Kesehatan Susu, Ahli Mikrobiologi, Ahli Virologi.

PEKERJAAN PROFESIONAL DOKTER HEWAN
Pekerjaan Dokter Hewan yang berkaitan langsung dengan hewan dan penyakitnya (veteriner) meliputi :
Tindakan medik (promotif, preventif, kuratif , rehabilitatif)
Tindakan dengan tujuan security (menjamin keamanan dari bibit penyakit)
Tindakan dengan tujuan safety (menghindari resiko adanya gangguan kesehatan pada manusia)
Pekerjaan ini mensyaratkan adanya sertifikasi kompetensi dan lisensi dan merupakan keahlian dengan kewenangan medik veteriner.

KATEGORI LAYANAN MEDVET PRAKTISI MENURUT PDHI
Dokter Hewan Mandiri
Dokter Hewan Praktek Bersama
Klinik Hewan
Rumah Sakit Hewan
Catatan :
Dokter hewan pada 4 kategori di atas dapat melakukan layanan house call (kunjungan rumah) karena memiliki status yang legal melalui perizinan yang direkomendasi oleh organisasi profesi.

DOKTER HEWAN MANDIRI
Adalah suatu usaha yanmedvet yang dikelola oleh satu dokter hewan yang mempertanggung jawabkan semua tindakannya secara individual. Dokter hewan tersebut harus memiliki home base berupa tempat administrasi, konsultasi dan ruang periksa/tindakan.

DOKTER HEWAN PRAKTEK BERSAMA
Adalah suatu usaha yanmedvet yang dijalankan oleh lebih dari 1 orang dokter hewan serta dipimpin oleh seorang dokter hewan penanggung jawab.

KLINIK HEWAN/KLINIK VETERINER
Adalah suatu usaha yanmedvet yang dijalankan oleh suatu manajemen dan mempunyai 1 orang dokter hewan penanggung jawab. Klinik tersebut diwajibkan memiliki ruang rawat inap minimum untuk 20 ekor hewan sakit serta laboratorium ataupun laboratorium rujukan.

RUMAH SAKIT HEWAN
Adalah suatu usaha yanmedvet dengan fasilitas rawat inap, ruang isolasi (rawat inap penyakit menular) dan unit gawat darurat. RSH dijalankan oleh suatu manajemen serta mempunyai 1 dokter hewan penanggung jawab.

UNIT - UNIT YANG PERLU ADA DALAM SEBUAH PUSAT YANMEDVET
MEDIK UTAMA
Unit Poliklinik dan Emergency
Unit Rawat Inap
Unit Bedah
Unit Laboratorium
Unit Nutrisi
Unit X-Ray

PENDUKUNG MEDIK
Sub Unit Tindakan (treatment room)
Sub Unit Dentistry
Sub Unit Mandi Sehat dan Mandi Obat
Sub Unit House Call
Sub Unit Farmasi

PENDUKUNG NON MEDIK
Unit Administrasi (FO dan Keuangan)
Unit Logistik
Unit Kubur dan Kremasi

PERSONALIA YANMEDVET
I. MEDIS
Tim Medis Utama (Dokter)
Tim Paramedis (D3 Teknisi Veteriner)
Paramedis umum
Paramedis bedah
Paramedis nutrisi
Tim Laboran
Tim Perawat Kandang dan Ruang Rawat (Kennel Boys)

II. NON MEDIS
Petugas Front Office/Reception
Petugas ketatausahaan
Petugas Logistik
Petugas Kebersihan
Petugas Keamanan
Petugas Teknik (listrik, pompa air dll)
Petugas Kebun dan Kubur

MANAJEMEN DI LINGKUNGAN YANMEDVET
Setiap staf dan karyawan memiliki tata kerja (Tupoksi) yang jelas
Kenyamanan dan harmonisasi kerja harus mengacu kepada suatu pedoman peraturan pokok karyawan (sesuai UU Naker).
Hirarki atau jenjang kewenangan manajemen harus jelas dan tegas untuk pengawasan kerja.
Adanya Tatatertib dan pedoman perilaku yang khas layanan medik (beretika medik).
Adanya SOP/POB pada setiap unit kerja khususnya unit – unit medik untuk menjamin tidak terjadinya kelalaian kerja yang merugikan klien.
Setiap kebijakan medik merupakan kesepakatan tim dokter sebelum diberlakukan di lingkungan yanmedvet

POSISI HEWAN KESAYANGAN/HOBI SEBAGAI MILIK MANUSIA
Hewan kesayangan/hobi dimiliki oleh seorang manusia dapat karena 2 alasan yaitu :
Memberikan kenikmatan batin (karena rasa sayang)
Memberikan keuntungan materi (nilai ekonomi)
Tetapi status hewan sebagai “hak milik” meletakkan posisi hewan sebagai kepemilikan atas “benda”. Dalam hubungannya dengan dokter hewan, hewan merupakan obyek bisnis/benda bisnis.
Posisi Dokter Hewan yang diminta “berbuat sesuatu” atau diminta “mengurus” benda milik orang lain, akan melekatkan tuntutan ganti rugi bilamana terjadi “salah urus” atau “salah berbuat”

MENGAPA MANAJEMEN PADA PUSAT PELAYANAN KESEHATAN HEWAN HARUS PROFESIONAL ?
Kondisi – Kondisi yang Dihadapi adalah :
Hewannya → sebagai benda bisnis
Tidak bisa bicara menyampaikan keluhan
Sakit dengan gejala klinis yang belum tampak
Symptom penyakit luput dari penglihatan pemilik
Pembawa hewan ke dokter hewan
Bukan yang mengurus sehari – hari
Yang tidak suka tetapi terpaksa karena perintah atasan/bossnya
Sukarelawan yang hanya berdasarkan kemanusiaan
Belum pasti dengan kesadaran membayar jasa dokter hewan

3. Pemilik Hewan
Memiliki dengan alasan yang bermacam – macam, misalnya :
Diberi
Adopsi
Memungut
Diperjual - belikan
Kurang Berpendidikan
Persepsi/Pengertian mengenai bagaimana mengurus hewan yang bermacam – macam
Personality yang macam – macam, misalnya
Histerical
Emosional
Curang, dan lain - lain

LANGKAH – LANGKAH PROTEKSI DIRI MENGHADAPI COMPLAIN KLIEN
Sebagai penjual jasa layanan medved kepada masyarakat, dokter hewan harus :
Menetapkan jenis pelayanan (spesies, lingkup layanan dll) yang anda kuasai dengan baik serta argumentasi ilmiahnya yang dapat dipertanggung-jawabkan secara hukum. Berarti kelengkapan sarananya harus menunjang sesuai kategori layanan
Persiapkan berbagai tips bagi pemilik hewan, terutama yang bersifat preventif medicine serta persiapkan penjelasan kondisi-kondisi apa yang dapat menggagalkan langkah-langkah preventif ini.

Kuasailah cara hidup dan karakter-karakter khas dari jenis-jenis hewan yang anda hadapi agar tidak malu. Ikuti perkembangan profesi veteriner yang up to date dan yang di dalam negeri (jangan masa bodoh)
Bila menerima Rawat Inap, persiapkan argumentasi yang jujur dan terbuka mengenai mengapa harus di rawat inap (bedakan penitipan dan opname)
Mantapkan SOP untuk memperoleh diagnosa yang benar.

UNTUK ADMINISTRASI PRAKTEK (PENTING DALAM PENYELESAIAN PERSENGKETAAN)
Harus memiliki form tetap untuk data pemilik dan hewan
Sebelum melakukan transaksi terapeutik, harus ada persetujuan tertulis dan bila ada perkembangan baru, tetap harus meminta persetujuan pemilik hewan (informed consent).
Sebelum ada transaksi uang, perlu adanya kesepakatan tertulis mengenai biaya dan aturan pembayaran
Siapkan secara tertulis semua aturan main di klinik anda dengan jelas dan tegas, mis.Jam buka, jam istirahat, pengertian emergency, jam kunjung resmi, dll.
Mampu membuat berbagai surat keterangan dokter sesuai keperluan.

SURAT KETERANGAN DOKTER
Merupakan satu kewenangan dari profesi medis yang sering kali disyaratkan dalam lalu lintas hewan antar negara/wilayah baik untuk perdagangan maupun sebagai milik pribadi.
Surat keterangan terdiri dari 2 macam :
a). Berkenaan dengan status kesehatan hewan hidup (kewenangan medik veteriner)
b). Berupa surat mengizinkan berlalu lintas oleh Otoritas Veteriner berdasarkan surat keterangan dokter.

JENIS – JENIS SURAT KETERANGAN YANG DIKELUARKAN DOKTER HEWAN
Surat keterangan kesehatan
Surat keterangan kematian
Surat keterangan kelahiran
Surat keterangan kecacatan
Surat merujuk kasus kepada dokter lain.

FORMAT SURAT KETERANGAN KESEHATAN
Harus berisi :
Signalement hewan
Keterangan pemilik (nama, alamat dsb)
Isi yang menerangkan keadaan kesehatan hewan sewaktu pemeriksaan fisik, vaksinasi yang telah diberikan.
Keterangan tambahan lainnya yang dipandang penting diinformasikan dalam perjalanan.
Ditandatangani dan nama jelas dokter pemeriksa yang mencantumkan nomor izin praktek yang masih berlaku.
Jenis – Jenis Surat Persetujuan Tindakan Medik = Informed Consent (Kasus Bedah Dan Rawat Inap) Yang Merupakan Kesepakatan Antara Klien Dengan Dokter Hewan
Format/berisi :
Pernyataan menguasakan dan persetujuan untuk tindakan pada hewan oleh pemilik kepada dokter.
Pernyataan mengerti penjelasan penyakit oleh dokter dan mengerti tidak ada jaminan kesembuhan.
Pernyataan kesediaan membayar penuh jasa medik untuk tindakan dan komplikasi yang tidak diperkirakan sebelumnya dengan segala resiko.
Keterangan kasus dan informasi tindakan berkenaan penyakit juga dicantumkan.

FORMULIR PERNYATAAN
IZIN UNTUK PENGOBATAN RAWAT INAP
Dengan ini saya memberikan kuasa sepenuhnya dan langsung kepada dokter hewan di Rumah Sakit Hewan Jakarta untuk melaksanakan prosedur yang telah dijelaskan kepada saya dan diagnosa yang diperlukan untuk pengobatan yang disarankan atau dianggap perlu untuk hewan saya.
Prosedur yang sebenarnya telah diterangkan kepada saya dan tidak ada jaminan yang diberikan untuk hasil atau kesembuhannya. Saya mengerti bahwa prosedur tersebut mengandung resiko.
Saya setuju membayar penuh untuk jasa yang telah diberikan, termasuk yang dianggap perlu untuk pengobatan atau komplikasi yang tidak diperkirakan sebelumnya. Prakiraan pembiayaan yang terlampir hanyalah sekedar perkiraan, dan pembayaran sebenarnya pada akhir perawatan mungkin lebih atau bahkan kurang dari jumlah ini.
SEMUA PEMBAYARAN HARUS LUNAS SEBELUM HEWAN PULANG
Semua hewan yang tidak diambil dalam waktu 10 hari setelah pemilik atau mereka yang diberi kuasa oleh pemilik telah dikabarkan oleh pihak Rumah Sakit Hewan Jakarta, maka Rumah Sakit Hewan Jakarta mempunyai kekuasaan untuk mengatur status kepemilikan baru atau mengurus hewan tersebut selanjutnya.

Tanda Tanga Pemilik

………………………….
Waktu…………………….. Tanggal………………..

Diterima oleh Drh………………………

INFORMASI UNTUK KASUS BEDAH (Diisi oleh dokter)
Tindakan bedah yang diinginkan :………………………..
Anasthesi yang digunakan :………………………………
Pengobatan yang diberikan : …………………………….
Alergi makanan/obat :……………………………………..
Kapan terakhir makan :……………..minum:…………….
Apakah anda ingin kami memakaikan Elizabeth Collar untuk melindungi jahitan dari gigitan hewan anda? ……

Diterima oleh Drh………………..
FORMULIR UNTUK HEWAN PULANG ATAS PERMINTAAN PEMILIK
Dokter hewan yang sudah menjelaskan pada saya kondisi hewan saya dan menyarankan untuk dirawat inap. Saya benar – benar menaruh perhatian pada kondisi hewan saya, walaupun demikian saya tidak menginginkan hewan saya dirawat dan saya akan bertanggung jawab bila terjadi sesuatu hal pada hewan saya setelah meninggalkan Rumah Sakit.
Tanda Tangan (Pemilik) :………………………………………
Nama (Pemilik) :………………………………………
Tanggal : ………………………………………
Nama (Hewan) :..……………………………………..
Ras/Sex/Umur :………………………………………
Dokter hewan :……………………………………..
INFORMASI UNTUK PASIEN YANG AKAN KELUAR
Hewan :___________________________Pemilik :____________________________
Diagnosa : ___________________________________________________________
Prosedur Operasi/Medis:________________________________________________
____________________________________________________________________
PETUJUK UNTUK PEMILIK
Diet :__________________Normal :________________Spesial :________________
Latihan:_______________Tidak ada:_______________Dibatasi:________________
Tidak dibatasi:________________________________________________________
Pengobatan :_________________________Tidak ada :_______________________
____________________________________________________________________

Pemeriksaan/Kontrol Berikutnya :
___________Kembali ke Rumah Sakit Jakarta dalam _______________hari/minggu
Untuk buka jahitan_________________Pemeriksaan Lab_____________________
___________________Tidak diperlukan pemeriksaan kembali.

Instruksi Tambahan : __________________________________________________
___________________________________________________________________

Tanda Tangan :______________________

Dokter Jasa
Tanggal : ______________________


(Sumber : Kuliah PPDH gel XV Unair oleh : Drh.Wiwiek Badja PB PDHI)

PRINSIP – PRINSIP ETIKA PROFESI DOKTER HEWAN (PROFESI VETERINER)

PRINSIP – PRINSIP ETIKA PROFESI DOKTER HEWAN (PROFESI VETERINER)
Oleh :
Drh. Wiwiek Bagja (PB PDHI)

Mengenal Kedokteran Hewan (Veterinary Medicine/Medik Veteriner)
Tuhan menciptakan ekosistem yang terdiri dari manusia, flora, fauna, dan lingkungan. Dalam menempuh kehidupan, makhluk hidup tunduk pada hukum alam, yaitu saling ketergantungan (inter-dependency) dan saling keterkaitan (interrelationship). Kewajiban manusia sebagai makhluk Tuhan terhadap alam, yaitu mengamankan, mengembangkan dan memanfaatkan untuk kemaslahatan seluruh kehidupan.
Kedokteran Hewan merupakan bidang ilmu yang hampir sama tuanya dengan kedokteran manusia. Pada awalnya ia merupakan pengembangan dari ilmu kedokteran yang memerlukan perbandingan (comparative medicine) serta memerlukan hewan coba untuk menemukan penyembuhan penyakit manusia. Profesi ini selanjutnya dikenal sebagai profesi Veteriner .

VETERINER adalah istilah di kamus bahasa Indonesia yang diartikan sebagai bidang/profesi kedokteran hewan.Dalam bahasa Inggris PROFESI VETERINER disebut sebagai VETERINARY PROFESSION.

FAKULTAS KEDOKTERAN dalam bahasa Inggris adalah FACULTY OF MEDICINE
Sedangkan FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN adalah FACULTY OF VETERINARY MEDICINE. VETERINER didefinisikan sebagai segala urusan yang berkaitan dengan
HEWAN dan PENYAKIT – PENYAKITNYA.


Secara legal formal :
PENYAKIT ditanggulangi dengan ilmu Kedokteran
Penyakit manusia oleh : Dokter Manusia
Penyakit Hewan oleh : Dokter Hewan



Hewan penting bagi kehidupan manusia dan ada 5 fakultas
Bagaimana kedudukan hewan bagi manusia terlihat dari adanya ilmu –ilmu yang khusus mempelajari dan memanfaatkan HEWAN yaitu :
Ilmu Biologi (Fakultas Biologi)
Ilmu Peternakan (Fakultas Peternakan)
Ilmu Kehutanan – Satwa Liar (Fakultas Kehutanan)
Ilmu Perikanan/Kelautan – Satwa Aquatik (Fakultas Perikanan)
Ilmu Kedokteran Hewan (Fakultas Kedokteran Hewan)

Ilmu-ilmu yang dipelajari tentang HEWAN pada 5 fakultas tersebut di atas, yaitu :
Fakultas Biologi mendalami flora dan fauna sebagai hidupan
Fakultas Peternakan mendalami hewan pangan dan hewan produksi
Fakultas Kehutanan mendalami soal hutan dan koleksi satwa liarnya
Fakultas Perikanan mendalami hewan aquatik pangan dan non pangan
Fakultas Kedokteran Hewan mendalami hewan-hewan dan penyakit-penyakitnya termasuk yang dapat mengganggu kesehatan manusia

Sebagai dokter hewan, bilamana mendalami ilmu 1 s/d 4 (tanpa pendidikan di fakultas bersangkutan) masih terbuka kewenangannya untuk menerapkan ilmu-ilmu tersebut dalam kehewanan. Tetapi lulusan dari fakultas 1 s/d 4, tidak bisa dengan otomatis menjadi dokter hewan, kecuali bersekolah dulu ke FKH karena merupakan profesi/keahlian khusus.


KEDUDUKAN ILMU KEDOKTERAN (PROFESI MEDIS)
Penyembuhan penyakit pada manusia dan hewan pada zaman dahulu dilakukan oleh dukun, orang pintar, ahli obat dan lain-lain yang tidak melalui pendidikan formal (sekolah khusus) melainkan turun-temurun atau dipelajari dari orang ke orang.
Sejak berdirinya sekolah kedokteran tertua di dunia oleh Hippocrates (di Yunani) maka lulusannya disebut sebagai “profesi penyembuh” atau “the healing profession”.
Sejak masa itu “the healing profession” adalah mereka yang lulus dari sekolah kedokteran dan melakukan tindakan kedokteran sesuai kaidah-kaidah baku ilmu kedokteran.

PROFESI VETERINER = PROFESI MEDIS
Profesi Veteriner merupakan profesi yang sangat tua di dunia yang muncul sebagai pengembangan dari Profesi Kedokteran di zaman Yunani Kuno pada 460-367 Sebelum Masehi(SM) oleh Bapak Kedokteran di dunia yaitu Hippocrates.
Metode kedokteran dan dasar-dasar filosofi kedokteran yang dikembangkan oleh Hippokrates sangat dipahami dan dihayati oleh seorang ilmuwan bernama Aristoteles (lahir 384 SM) yang menerapkannya pada penanganan penyakit-penyakit hewan.

Sejarah Kata Veteriner
Versi 1 :
Di zaman Romawi Kuno dikenal bangsa Etruscans yang sangat menyukai kuda dan sapi. Hal ini tampak dari gambar-gambar yang merupakan peninggalan kuno. Hewan pada masa itu mempunyai nilai sakral ataupun nilai martabat dan pada ritual-ritual khusus digunakan sebagai hewan kurban .
Setiap keberhasilan atau kemenangan,dilakukan perayaan dengan hewan kurban yang diberi nama-nama khusus.

Kumpulan beberapa hewan kurban yang terdiri dari kombinasi beberapa jenis hewan antara lain babi (sus) ,biri-biri (ovis) , sapi jantan (bull) disebut “souvetaurilia” .Sedangkan orang-orang yang mengurus hewan-hewan sakral yang akan dijadikan kurban tadi disebut “sou-vetaurinarii” yang kemudian diyakini sebagai lahirnya istilah “veterinarius”

Versi 2 :
Kemungkinan dari terminology lain yaitu masih di masa Romawi,dikenal hewan beban sebagai “veterina” dan suatu kamp penyimpanan hewan-hewan tersebut disebut “veterinarium”. Term “veterinarii” juga digunakan pada dukumen kuno sebagai “orang yang memiliki kekebalan khusus” karena memiliki “kompetensi khusus”.

Versi 3 :
Dari berbagai literature lain yang juga membahas istilah “Veterinarius“ diartikan sebagai orang-orang yang mengurus hewan beban/hewan pekerja.
Ada pula orang-orang ahli memasang ladam besi bagi hewan-hewan beban yang dikenal sebagai Ferrarius (Ferrum=besi). Karena terampil menangani kaki-kaki hewan, ada masa dimana para Ferrarius melakukan praktek mengobati hewan sakit.

Dalam jurnal American Veterinary Medical Association 1972, diuraikan sejarah bagaimana para “ilmuwan kedokteran” jaman dahulu memerlukan hewan coba untuk pengembangan ilmu kedokteran manusia,namun mereka memerlukan veterinarius untuk menangani hewan-hewan tersebut dan bukan Ferrarius.
Untuk itu ternyata diperlukan veterinarius yang berpendidikan agar memahami apa yang diperlukan. Kemudian timbulah gelar-gelar Ph.D(Doctor of Philosophy) yang merupakan awal dari para Veterinarius menjadi “medical doctor” atau “Doctor of Veterinary Medicine”.
Mythos dan legenda medis
Profesi kesehatan di zaman dahulu kala dimanapun, berakar dari Mythologi dan hal-hal gaib (magic). Di zaman Yunani kuno, cerita tentang dewa-dewa penyakit dan penyembuh antara lain Apollo, Chiron(digambarkan sebagai manusia berbadan kuda= centaur) dan murid-muridnya antara lain yang terkenal adalah Asklepios (latin:Aesculapius) seorang manusia biasa yang berkemampuan menyembuhkan penyakit manusia dan hewan.
Simbol dari Aesculapius adalah Ular (As) dan Melingkar (klepios) di batang pohon dimana ular tidak beracun ini merupakan lambang sacral cara penyembuhan zaman kuno. Symbol kedokteran kemudian mengambil dari symbol Aesculapius , sedangkan profesi kedokteran hewan (veteriner) ada yang mengambil Centaur atau Aesculapius


LAMBANG PROFESI VETERINER
Lambang profesi dokter hewan umumnya mencantumkan :
Huruf “V” Datang dari kata “veterinarius”
Bersamaan dengan lambang kedokteran (ular melingkari tongkat) .
Menggunakan centaur (manusia berbadan kuda sesuai mitos Yunani kuno)


Perilaku Profesi Medik
Sumpah Hippocrates menjadi inti dari sumpah-sumpah Kedokteran dan Tenaga Medis yang dikenal dengan :
“primum non nocere ”atau
“ di atas segalanya,jangan mencelakakan”
(above all ,do no harm)
Sumpah Hippokrates selanjutnya merupakan pedoman dalam nilai-nilai dan norma-norma perilaku para dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang melakukan layanan kesehatan pada manusia dan hewan.

Ciri profesi medik lainnya adalah : Memiliki Kode Etik Profesi, Layanan profesinya melalui perizinan yang berkaitan dengan jaminan kompetensi.

CIRI – CIRI PEKERJAAN PROFESI
Mengikuti pendidikan sesuai standar nasional
Pekerjaaannya berlandaskan etik profesi.
Mengutamakan panggilan kemanusiaan dari pada keuntungan
Pekerjaannya legal melalui perizinan
Anggota – anggotanya belajar sepanjang hayat.
Anggota – anggotanya bergabung dalam sebuah organisasi profesi.
Acuan Internasional dan Organisasi Internasional Bidang Veteriner
Untuk memudahkan pemahaman tentang kedokteran hewan / profesi veteriner, dapat diperbandingkan dengan kedokteran manusia sebagai berikut :
SIAPA YANG MENGGUNAKAN DOKTER HEWAN?
Pengguna jasa dokter hewan adalah pemilik hewan dimana kepemilikan hewan oleh manusia didasarkan pada beberapa hal:
Karena memiliki nilai ekonomi/ profit (hewan pangan/hewan produksi)
Karena nilai psikologis dan empati bagi pemilik perorangan (hewan hobby/ hewan kesayangan/companion animal)
Karena mempunyai fungsi pendukung khusus bagi negara (pengamanan dan penertiban) misalnya anjing pelacak dan kuda penertib dikeramaian (hewan pekerja milik negara).
Karena memiliki status khusus berdasarkan kesepakatan internasional sehingga merupakan satwa dilindungi (hewan/satwa konservasi)
Karena diperlukan untuk kemajuan penelitian ilmu kedokteran /pengetahuan lainnya (hewan laboratorium ).

LAYANAN DOKTER HEWAN SEBAGAI BERIKUT :
Menangani hewan pangan/farm animal
Menangani hewan hobby/kesayangan/kepentingan khusus
Menangani hewan liar/satwa liar termasuk untuk konservasi.
Menangani hewan aquatik/air untuk pangan dan konservasi
Menangani hewan laboratorium untuk ilmu kedokteran manusia dan ilmu pengetahuan lainnya.
II. Berdasarkan Keahlian Keilmuan
Dalam bidang praktisi medik veteriner terbagi atas praktisi hewan ternak dan praktisi spesies individu antara lain :
Ahli Bedah, Ahli Mata, Ahli Reproduksi, Ahli Penyakit Dalam, Ahli Dermatologi, Ahli Pathologi Klinik, Ahli Nutrisi Klinik, Ahli Akupunktur Veteriner, .

Dalam bidang veteriner/konsultan antara lain :
Ahli Epidemiologi, Ahli Kesehatan Masyarakat Veteriner, Ahli Kesehatan Daging, Ahli Kesehatan Susu, Ahli Mikrobiologi, Ahli Virologi.
Kompetensi Layanan Medis Veteriner Terhadap Hewan
Terdiri atas 2 kategori :
Layanan medik untuk hewan secara kelompok (herd health), hal ini umumnya di peternakan-peternakan dan oleh dinas-dinas pemerintah/puskeswan-puskeswan.
Layanan medik untuk hewan secara individual (individual health), hal ini umumnya pada praktisi hewan kecil, di kebun binatang dan hewan hobi.

Lapangan pekerjaan dokter hewan dapat menjadi PNS atau Swasta
Tetapi menurut OIE ada 33 bidang kerja dokter hewan di 110 negara :

Tantangan Global Profesi Dokter Hewan
Sebagai anggota WTO, dokter hewan Indonesia harus mempersiapkan konsekuensi perjanjian SPS yaitu:

Melindungi kehidupan atau kesehatan hewan di dalam wilayah setiap negara anggota dan resiko yang ditimbulkan dari masuk atau berkembangnya atau menyebarnya hama, penyakit, organisme pembawa penyakit atau organisme penyebar penyakit.
Melindungi kehidupan dan kesehatan manusia dari resiko yang ditimbulkan oleh bahan tambahan (additives), kontaminan, toksin atau organisme penyebab penyakit dalam makanan, minuman dan pakan (food bone diseases).
Melindungi kehidupan dan kesehatan manusia dari resiko timbulnya penyakit yang terbawa oleh hewan, atau produknya atau dari masuknya, berkembangnya, menyebarnya penyakit sampar (Pest)
Mencegah atau membatasi kerusakan lingkungan atau lainnya dari masuknya, berkembangnya atau menyebarnya hama penyakit (Pest)
ORGANISASI PROFESI DOKTER HEWAN DI INDONESIA

Organisasi profesi dokter hewan Indonesia adalah
PERHIMPUNAN DOKTER HEWAN INDONESIA (PDHI) atau
INDONESIAN VETERINARY MEDICAL ASSOCIATION (IVMA)



Didefinisikan sebuah organisasi Penentu Status Veteriner (Veterinary Statutory Body=VSB) yaitu suatu organisasi/badan yang berkewenangan otonom untuk melakukan pengaturan status keprofesian para dokter hewan dan para-profesional veteriner yang bersifat legal formal di dalam suatu negara (VSB diberbagai negara maju adalah organisasi profesi dokter hewan)
APA FUNGSI DAN PERAN DARI ORGANISASI PROFESI ?
Organisasi Profesi merupakan organisasi nasional yang mewakili dan melayani kepentingan profesi veteriner/dokter hewan di negaranya.


Organisasi profesi harus memiliki komitmen untuk mengupayakan pencapaian terbaik (excellence) dari profesinya dan untuk pelestarian hewan dan kelestarian ekosistem (manusia, hewan,tumbuhan,lengkungan).


Organisasi profesi wajib melakukan pencerahan publik (public awareness ) tentang manfaat dan pentingnya hewan dan dokter hewan bagi masyarakat bangsa dan negara.

ORGANISASI SEKEAHLIAN DI BAWAH PDHI (ORGANISASI NON TERITORIAL/ONT)
Ikatan Dokter Hewan Sapi Perah Indonesia
Asosiasi Dokter Hewan Satwa Liar, Aquatik dan Hewan Eksotik Indonesia
Asosiasi Dokter Hewan Praktisi Hewan Kecil Indonesia
Asosiasi Kesmavet Indonesia
Asosiasi Pathologi Veteriner Indonesia
Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia
Asosiasi Dokter Hewan Praktisi Hewan Laboratorium Indonesia
Ikatan Dokter Hewan Karantina Indonesia
Asosiasi Epidemiologi Veteriner Indonesia
Asosiasi Dokter Hewan Praktisi Kuda Indonesia (dalam proses)

Contoh Organisasi Spesialis di bawah Organisasi Profesi Dokter Hewan di Inggris

ORGANISASI SPESIALIS BIDANG VETERINER TINGKAT DUNIA
ORGANISASI MAHASISWA KEDOKTERAN HEWAN DUNIA


PENGATURAN TANGGUNG JAWAB MELALUI KODE ETIK
Kode Etik Dokter Hewan akan mengatur Etika dalam hal :
Bagaimana berkomitmen terhadap profesi melalui citra diri yang bermartabat dan kompeten.
Bagaimana berkomitmen dalam menangani dan memperlakukan hewan (menegakkan kesejahteraan hewan / animal welfare).
Bagaimana membina hubungan keprofesian veteriner dengan sesama dokter hewan / sejawatnya.

Kode Etik Dokter Hewan Indonesia yang disahkan tahun 1994 walaupun belum sempurna (perlu revisi) namun telah mengatur tiga hal tersebut di atas.
TINDAKAN ETIKAL OLEH PROFESIONAL MEDIK VETERINER
Ada 4 bidang khas keilmuan profesi Medik yang harus dijunjung tinggi dan tidak secara sembarangan dialihkan tanggung jawab kewenangan dan penerapannya yaitu :
Bidang ilmu-ilmu Klinik.
Bidang Farmakologi Veteriner/Obat-obatan.
Bidang Pathologi.
Bidang Reproduksi.

Dalam pelaksanaan praktek,maka merupakan kombinasi dari 4 bidang ini. Sedangkan bidang lainnya merupakan ilmu-ilmu dasar dan ilmu penunjang yang berkembang melalui penelitian dan pengembangan teknologi.
ACUAN DASAR TINDAKAN PROFESIONAL MEDIK VETERINER (Guide to Professional Conduct)
Setiap Dokter Hewan perlu menyadari bahwa sebagai profesi yang berkeahlian khusus dan berkewenangan medis, bilamana di dalam negaranya belum diatur dengan kekuatan Undang-Undang, namun tetap harus tunduk kepada rambu-rambu Internasional profesi yang sama. Oleh karenanya setiap organisasi profesi sebagaimana PDHI wajib menerbitkan pedoman ini yang juga kemudian juga wajib dipatuhi oleh anggotanya.
RAMBU-RAMBU ETIK DALAM TINDAKAN PROFESIONAL MEDVET
Berkenaan memperlakukan hewan (tanggung jawab Kesrawan).
Berhubungan dengan pekerjaan profesinya.
Berkenaan dengan mempromosikan peran profesi veteriner kepada masyarakat.
Dalam periklanan layanan profesi medvet.
Berkenaan pengobatan (terapeutika), penggunaan obat-obatan, penjualan obat-obatan maupun alat kesehatan.
Dalam berbagai jenis Layanan Praktisi MedVet .
Dalam membina hubungan professional sesama profesi veteriner.
Keberadaan Badan/Majelis yang memiliki mekanisme dalam penyelesaian adanya masalah hukum dan etik.
1. Praktek klinik dan konsultan klinik.

Dokter hewan di klinik berkewajiban untuk memberikan layanan yang up to date (terkini), pengobatan yang terampil terhadap pasien dan layanan yang efisien. Diperlukan adanya standard untuk tempat, peralatan, fasilitas dan SDM.
Tampilan dokter hewan yang memberikan konsultasi harus memberikan kesan yang profesional yang terlihat dari kemampuan yang harus di standard, meliputi kemampuan bicara, kemampuan menjelaskan, perilaku dalam pelayanan dan kepakaran yang memberi nilai positif kepada reputasi profesi.
Pemilik hewan mempunyai hak untuk meminta konsultasi dokter hewan yang dia pilih akan tetapi dokter hewan tidak berkewajiban untuk menerima klien pada keadaan yang dapat menjelaskan dasar penolakan.

2.Dokter hewan dalam layanan publik (PNS)
Dokter hewan PNS mempunyai kewajiban – kewajiban kepada negara dengan pedoman – pedoman kerja sesuai aturan pemerintah dan adanya aturan hukum yang memayungi pekerjaannya.
Para dokter hewan ini dapat mempunyai kewenangan – kewenangan dan tanggung jawab yang harus dipahami dan dihargai oleh umumnya para dokter hewan.
Hubungan antara dokter hewan PNS layanan publik dan dokter hewan lain selaku sesama profesi haruslah berdasarkan kesejawatan profesi yang harmonis. Dalam hal ini harus saling menginformasikan demi kepentingan keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Dalam melakukan layanan publik Drh PNS harus memiliki kompetensi yang terakreditasi, tersertifikasi dan tunduk kepada rambu – rambu profesi veteriner

3. Dokter hewan yang bekerja dalam industri atau bidang komersil.
Dokter hewan yang dipekerjakan atau menjadi karyawan diharuskan setia kepada perusahaan / atasannya. Namun demikian mereka juga mempunyai tanggung jawab untuk mempertahankan standard etik dan kewajiban–kewajiban profesi untuk melawan setiap upaya yang meremehkan standard profesi yang ada demi kepentingan perusahaan / komersial.
Dokter hewan bisa terpojok menjadi kambing hitam dalam permasalahan, oleh karenanya dokter hewan berkewajiban menginformasikan dan menyarankan informasi teknis yang terbaik kepada atasannya.


4. Dokter hewan di dunia pendidikan.
Dokter hewan pendidik mempunyai kewajiban khusus untuk memastikan baik dengan mengarahkan maupun mencontohkan standard– standard tertinggi yang etikal dalam memper-kenalkan dan mempertahankannya diseluruh aspek kegiatan profesi.


5. Dokter hewan dalam penelitian
Diseluruh bidang riset yang melibatkan hewan, setiap dokter hewan yang terlibat harus berinisiatif untuk memastikan standard etik dan teknis yang tertinggi. Dokter hewan yang melakukan bedah percobaan atau menyiapkan hewan coba harus memastikan memiliki keterampilan bedah dan kompetensi yang memadai serta memenuhi persyaratan hewan coba yang distandardkan.



(sumber : kuliah PPDH Gel XV unair )

Rabu, 22 September 2010

SEJARAH PERKEMBANGAN PROFESI DOKTER HEWAN







SEJARAH PERKEMBANGAN PROFESI DOKTER HEWAN

PERKEMBANGAN DUNIA KEDOKTERAN HEWAN SEJARAH PENGOBATAN
Rudolf Vicrhow & William Osler (1978) : One Medicine (satu pengertian pengobatan). Comparative Medicine (pengobatan perbandingan) : Pengobatan kombinasi antara pengobatan manusia dan pengobatan hewan.

Medik veteriner
Ilmu tentang hewan dan penyakitnya (manusia termasuk di dalamnya)
Hakekatnya: Kedokteran Hewan maupun manusia merupakan bagian batang tubuh ilmu pengetahuan biomedis yang kemanfaatannya diaplikasikan untuk manusia dan hewan

Perkembangan ilmu pengobatan
Jaman Kuno : penyakit selalu dikaitkan dengan ketahayulan, mithologi, ilmu gaib dan agama
Para penyembuh (pd wkt itu) berpredikat “Pendeta Penyembuh”
Aesculapius dr kt. “Asklepios” (As=Ular, Klepios=melingkar di tongkat)
Aesculapius putra dewa Apollo murid dr Dewa Chiron (Centaur) digambarkan sbg manusia membawa tongkat dilingkari ular, tangan yg lain menggenggam tanaman berkasiat (simbol kefarmasian)

Pada 1000 SM pengobatan selalu dikaitkan dgn Supranatural
Dunia mengakui bhw ilmu kedokteran berakar dr Yunani kuno selain itu jg dari belahan bumi lain spt dirintis oleh bapak ilmu kedokteran Imohotep di Mesir
Perkembangan Pengobatan dari Tradisional menjadi Kedokteran Modern
Diawali dgn berbagai tradisi :
1. Tradisi Pendeta (priest-physican)
2. Tradisi ahli penyembuhan dgn kreativitas keterampilan manusia (artisan-physician)
3. Tradisi keilmuan penyembuh (scientist-physician)

Penganut Hippocrates : penyakit dlm tubuh didasarkan atas keseimbangan 4 cairan tubuh (humoral) > sbg landasan kedokteran s/d pertengahan abad 19 > Pemahaman dasar fisiologi sel dan teori mikroorganisme = ciri Kedokteran Modern
Perkembangan Ilmu Kedokteran manusia bersamaan dgn lahirnya ilmu2 kedokteran hewan

Kedokteran adalah PROFESI
Profesi dr bhs latin Profesio > Pengakuan thd suatu keahlian khusus yg memerlukan penjamian agar pengguna jasa tidak dirugikan
SEJARAH PERKEMBANGAN DOKTER HEWAN di INDONESIA
Zaman kuno > yg menangani kes.hewan selalu dihub.dgn “KUDA”
Zaman kerajaan Mojopahit > PEKATIK (yg merawat kuda)
Zaman Romawi dikenal Ferrier (pandai besi)
Sekolah Kedokteran Hewan atau “Ecole Veterinair”yang pertama di dunia di Lyon Perancis tahun 1761, yg kedua juga diperancis tahun 1766

Di Amerika yang pertama “ Devision of Veterinary Medicine of IOWA State Colledge of Agriculture and Mechanic Art” tahun 1879
Di Indonesia yang pertama “Indische Veeartzen School” (IVS) di Bogor tahun 1906
Tahun 1910 ditetapkan sebagai dimulainya kiprah Dokter Hewan pribumi di Indonesia
Sebelumnya dokter hewan yang berkiprah adalah dokter hewan militer dan kolonial belanda
Kiprah para dokter hewan karena wabah penyakit hewan spt surrah, anthrax SE, Rinderpest dan AE

Pendidikan Dokter Hewan di Surabaya tahun 1861 hanya 6 tahun
Sekolah Dokter hewan pertama di Indonesia didirikan tahun 1906 (dari MULO=SMP) tahun 1914 Nederlands-Indische Veeartzen School (dari HBS=SMA)
Setelah kemerdekaan Faculteit Kedokteran Hewan Universiteit Indonesia tahun 1946 menjadi Fak.Kedokteran Hewan IPB, tahun 1948 UGM

Tahun 1960 Universitas Syiah Kuala, Aceh, tahun 1972 (1970) Universitas Airlangga, tahun 1997 Universitas Udayana, tahun 2008 Universitas Brawijaya dan Universitas Wijayakusuma Surabaya